PERBEDAAN SISWA DAN MAHASISWA

yukberfikir.blogspot.com

Siswa merupakan tittle yang didapat oleh pelajar sejak SD-SMA, kurang lebih 9 tahun. Mereka para siswa
masih belum tahu siapa dirinya!, apa yang harus di kerjakan!, harus kemana merek!, apakah yang mereka lakukan benar atau salah!. Karena memang mereka belum punya tujuan hidup yang jelas, masih seperti anak-anak yang suka bermain (senang) dan tidak suka belajar (berusaha). Apakah yang menyebabkan tittle siswa masih terlihat seperti bocah ?, apa yang menyebabkan mereka sulit menemukan jati dirinya?, apa yang membelengguh mereka sehingga mereka selalu stagnan?. Siswa hanya menunggu instruksi, instruksi, dan instruksi.
Contoh: ketika siswa harus memperbaiki nilainya yang kurang dari standart, semestinya siswa menemui gurunya dan meminta tugas/semacamnya untuk memperbaiki nilainya. Tapi apa yang dilakukan siswa?, mereka hanya diam dan menunggu instruksi.
Apa yang menyebabkan hal tersebut sering dan bahkan selalu dilakukan oleh siswa?, bahkan sampai 9 tahun!

yukberfikir.blogspot.com
Terus bagaimanakah mahasiswa itu?, apa yang memebedakan mahasiswa dengan siswa?. Mahasiswa merupakan tittle yang di dapat oleh pengemban ilmu di perguruan tinggi. Dari kata mahasiswa dapat di artikan "Maha" tinggi dan "Siswa" pelajar/pengemban ilmu, dari arti tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa mahasiwa adalah pelajar ditingkatan yang paling tinggi. Dari situ dapat kita ketahui apa yang membedakan siswa dengan mahasiswa. Para calon mahasiswa baru pasti meraskan perbedaan yang sangat besar. Bisa dimisalkan seperti ikan air tawar yang dimasukan ke air asin, ikan tersebut akan merasakan perubahan yang sangat signifikan, tapi itu cuman perumpamaan. Mahasiswa di tuntut untuk mempunyai inisiatif, menjadi mandiri, tidka lagi berfikir dangkal dalam segala hal. Mahasiswa lebih bebas dari pada siswa, tapi disitulah mahasiswa harus bertanggung jawab dan tetap beretika. Ketika hal di atas sudah terlaksana, tidak menutup kemungkinan mahasiswa memiliki tingkat intelegensi yang tinggi. Namun kenapa kasus di mahasiswa masih tetap ada?, contoh: seks bebas, narkoba, miras, demo dengan anarkis. Lengka! :D, yaa.. meskipun tidak semua mahasiswa. Disitulah titik lemah kebanyakan mahasiswa, yaitu spiritual/keimanan. Tidak sedikit mahasiswa yang meng-acuhkan tentang spiritual. Padahal keimananlah yang menjadi fondasi atas semua apa yang akan di lakukan. Namun tak heran juga ketika mereka mampu menyeimbangkan SQ, IQ, EQ, menjadi mahasiswa yang mampu berkontribusi terhadap negara karena itu mahasiswa sangat berperan besar terhadap revolusi dunia.

Terlihat sangat berbeda antara siswa dan mahasiswa, bagaikan lawan kata; malas:rajin, manja:mandiri dan lain sebagainya. Terus apakah yang membuat kebanyakan siswa selama 9 tahun tidak ada perkembangan yang signifika?, apakah sama di Indonesia dan di luar negeri?, ataukah kelalian orang tua dalam mengurus anak?, ataukah sistem pendidikannya yang salah?




0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar yang bersifat membangun.

PERBEDAAN SISWA DAN MAHASISWA